Kalimat II

Kalimat II - Melanjutkan materi Kalimat yang ada di sini.

Jenis kalimat selanjutnya adalah seperti berikut.

1. Kalimat Aktif
Kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan sehingga predikatnya adalah kata kerja. Jenis kalimat aktif ada dua, yaitu:

a. Kalimat Aktif Transitif
Kalimat yang predikatnya membutuhkan kehadiran objek, biasanya kata kerja yang berimbuhan me-kan, me-i, dll.
contoh: Ibu mendagangkan alat-alat rumah tangga di pasar.
* mendagangkan adalah predikat
* alat-alat rumah tangga sebagai objek

b. Kalimat Aktif Intransitif
Kalimat yang predikatnya tidak membutuhkan kehadiran objek. Apabila muncul sebuah benda setelah predikat, maka fungsinya bukan sebagai objek melainkan sebagai pelengkap.
contoh: Adik bermain bola di lapangan.
* bermain sebagai predikat
* bola dalam kalimat tersebut bukan sebagai objek melainkan sebagai pelengkap, dengan anggapan apabila kata bola dihilangkan, menjadi 'Adik bermain di lapangan.' maka kalimat tersebut masih memiliki makna intinya. 

2. Kalimat Pasif
Kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan, sehingga predikat yang dalam kalimat aktif berawalan me- mengalami perubahan menjadi awalan di-
contoh:
Adik mematahkan pensil. ------> Pensil dipatahkan adik.
Adik minum susu. -------------> Susu adik minum.
Adapun jenis kalimat yang mungkin muncul, secara lengkap dapa disimak dalam gambar berikut, berdasarkan kbbi.web.id.


Demikianlah jenis-jenis kalimat yang ada di dalam bahasa Indonesia. Semoga laman ini membantu kalian dalam memahami jenis-jenis kalimat.


Kalimat I

Di dalam bahasa Indonesia, kita mengenal kalimat. Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki makna dan minimal memiliki Subjek dan Predikat. Penulisan kalimat harus didahului huruf kapital dan diakhiri notasi final (. ! ?)



picture by Ms. K


Kalimat terdiri dari berbagai macam jenis.

1. Kalimat Positif

Kalimat yang di dalamnya  tidak mengandung kata-kata negasi atau negatif 'bukan', 'tidak', 'non', dan 'belum'.
contoh: Ariq membeli tiga sendok eskrim rasa coklat di kios di ujung jalan.

2. Kalimat Negatif

Kalimat yang di dalamnya terdapat kata-kata negatif 'belum'. 'tidak', 'non', dan 'bukan'.
contoh: Jangankan makan dan minum, meraka bahkan belum memesan.

3. Kalimat Normal

Kalimat yang susunannya adalah S-P
contoh: Jakti Galuh menangis di kegelapan malam.
* Jakti Galuh (S) dan menangis (P)

4. Kalimat Inversi

Kalimat yang susunannya adalah P-S
contoh: Terperosok aku ke dalam lumpur.
* terperosok (P) aku (S)

5. Kalimat Tunggal

Kalimay yang hanya memiliki satu klausa. Klausa ditandai dengan adanya Predikat.
contoh: Ayah merenungi nasib anak sulungnya.
* merenungi (P)

6. Kalimat Majemuk

Kalimat yang memiliki dua atau lebih klausa (klausa ditanda dengan predikat; P/K)  yang dipisahkan dengan konjungsi (kata hubung).
contoh: Ibu menyetrika ketika kakak laki-lakiku memecahkan kaca di kamar mandi.
* menyetrika (P1) memecahkan (P2)

6.a. Kalimat Majemuk Setara (Kalimat Koordinatif)

Kedudukan predikat sama di dalam kalimat.
contoh: Ayah menangis kemudian berdo a.
* asal kalimat majemuk tersebut adalah : Ayah menangis (K1). Ayah berdoa (K2)
* dalam kalimat majemuk setara, susunan kalimat tidak bisa diubah, contoh kalimat di atas tidak dapat diubah menjadi 'Kemudian berdoa, ayah menangis.'

6.b. Kalimat Majemuk Bertingkat (Kalimat Subordinatif)Dalam jenis kalimat ini, dikenal istilah induk klausa/klausa atasan/klausa bebas dan anak klausa/klausa bawahan/klausa terikat (=terikat dengan konjungsi), sehingga salah satu klausa kedudukannya lebih penting di dal am kalimat.
contoh: Merita berangkat ke sekolah meskipun hujan deras.
* AK (anak klausa) ditandai dengan adanya konjungsi, sehingga IK (induk klausa)= Merita berangkat ke sekolah dan AK (anak klausa)= meskipun hujan deras.
* dalam kalimat majemuk bertingkat, susunan kalimat dapat diubah dengan ketentuan, apabila AK mendahului IK maka penulisan klausa dipisahkan dengan tanda koma (,), sehingga kalimat tersebut dapat diubah menjadi 'Meskipun hujan deras[,] Merita berangkat ke sekolah.'
* P1=berangkat dan P2=hujan deras

7. Kalimat TransformasiAdalah kalimat normal yang mengalami perubahan atau penambahan fungsi (subjek, predikat, objek, keterangan, pelengkap).
Kalimat normal= S-P
Maka kalimat transformasi dapat berupa: P-S, S-P-O, S-P-O-K, S-P-Pel., S-P-Pel.-K, dan S-P-K dalam kalimat tunggal dan atau  S(s-p-o-pel.-k)-P(s-p-o-pel.-k)-O(s-p-o-pel.-k)-K(s-p-o-pel.-k) dalam kalimat majemuk.

8. Inti KalimatInti kalimat adalah apa yang menjadi pokok sebuah kalimat, yaitu klausa yang ditandai dengan adanya Predikat. Oleh sebab itu, untuk mencari inti kalimat, kita harus menentukan predikatnya terlebih dahulu. Inti kalimat biasanya terdiri dari inti Subjek dan inti Predikat, sehingga dapat kita tentukan dengan sederhana.
Inti kalimat = inti S + inti P

Motto: Bahasa Indonesia penghela dan pembawa pengetahuan.